Once Afternoon at Kambo

Perjalanan ini dimulai dari sebuah rasa penasaran akan sebuah kedai kopi yang berada dipegunungan kambo. Bisa kebayangkan sambil minum kopi panas sambil menyaksikan pemandangan alam dan pemandangan kota palopo dari gunung kambo pastinya sangat mengasikkan. Awalnya sedikit ragu karena melihat kondisi cuaca yang sepertinya akan hujan, akan tetapi karena rasa penasaran yang terlalu besar perjalanan tetap kami laksanakan. Akhirnya mengendarai motor JUpiter MX milik saudara omeng kami pun menuju battang kilo 10 untuk menuju pegunungan kambo.

Seperti biasa yang namanya jalan kepegunungan pasti mendaki, awal perjalanan memang kami melalui jalan yang sudah beraspal, tetapi ketika sekitar dua kilometer lebih perjalanan akhirnya kami mendapati jalan yang belum beraspal. Untungnya jalan tersebut tidaklah terlalu sulit untuk dilalui, motor JUpiter MX kami masih bisa melaju dengan mulus. Sepanjang perjalanan dari ujung kambo dikelurahan battang sudah terbentang pemandangan yang cukup indah untuk dinikmati. Kota palopo terlihat jelas sangat indah dari gunung tersebut.

Selain niatan ingin mendatangi kedai kopi yang berada di kambo kami juga berharap bisa mengabadikan segala moment yang kami dapati dan juga mengabadikan setiap pemandangan yang kami lalui termasuk pemandangan kota palopo sore hari, namun sayangnya hujan gerimis keburu turun dan niatan untuk mengambil foto diri dengan latar belakang pemandangan kambo kami urungkan sampai redanya hujan.

Pegunungan kambo adalah sebuah desa atau dusun yang secara administratif termasuk dalam bagian wilayah kecamatan Murante. Ada dua lokasi pegunungan kambo berujung yang satu berada di kilometer 10 kelurahan battang dan yang satunya lagi berada di kilometer 6 kelurahan latuppa. Panjang jalan yang menembuskan ujung kambo di battang dan latuppa mencapai 6 – 7 kilometer.

Setelah hujan agak sedikit reda kamipun melanjutkan perjalanan menuju kedai kopi yang menjadi tujuan kami dalam perjalanan ini. Sesuai dengan ilmu Geografi yang kami dapatkan disekolah bahwa didaerah pegunungan terutama didaerah kaki gunung atau lembah maka setelah hujan reda, kabut yang berada dipuncak gunung akan turun menuju kaki gunung, makanya kami sempat bertemu kabut didalam perjalanan ini. Setelah beberapa menit akhirnya kami tiba dikedai kopi yang kami maksud, namun sayangnya ternyata kedai kopi tersebut lagi tutup. Akhirnya perasaan menggebu-gebu yang sejak dalam perjalanan ingin segera menikmati segelas kopi khas warga kambo akhirnya harus menerima kenyataan kalau kedai kopinya lagi tutup dan tujuan utama kami melakukan perjalanan tidak terpenuhi. Walaupun minum kopi nya gak jadi tapi kami tidak terlalu kecewa karena kami masih bisa menikmati pemandangan gunung kambo.

Dalam perjalanan ini kami juga sempat singgah disalah satu sekolah yang berada di kambo. Disekolah ini terdapat dua tingkat pendidikan, SD Kambo dan SMP negeri 13 Kambo. Bangunannya masih sederhana, gedung untuk SD masih bercampur dengan tingkat SMP nya. Pekarangannya sendiri kelihatan masih sangat memprihatinkan, masih banyak gundukan tanah disana-sini, untungnya masih bisa digunakan untuk upacara bendera. Selain Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama fasilitas publik lain yang terdapat di kambo adalah sebuah Mesjid yang bernama Mesjid At kausar lokasinya terletak tidak jauh dari sekolah dan berada ditengah-tengah jalan poros dusun kambo. Selain itu fasilitas masyarakat lain yang kami temui adalah POSYANDU dusun kambo.

Kambo memang sudah sangat berubah, beberapa tahun yang lalu fasilitas publik yang kami temui dalam perjalanan ini masih belum ada dan dulu tingkat pendidikan yang ada hanyalah tingkat SD. Dan perubahan paling menonjol adalah pengaspalan yang sudah hampir 2/3 dari keseluruhan jalan poros kambo. Semoga dalam beberapa tahun kedepan Kambo bisa lebih banyak lagi tersedia fasilitas publik supaya warga kambo mendapatkan pelayanan yang setara dengan saudara-saudaranya yang bertempat tinggal diperkotaan. Sebenarnya kambo memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan disektor pariwisata karena kambo memiliki pemandangan yang cukup indah untuk dinikmati dan kambo adalah kawasan pegunungan yang memiliki suhu yang masih sejuk dan sangat cocok dijadikan tempat objek wisata alam. Ini semua tergantung bagaimana pemerintah kota palopo bisa lebih jeli melihat potensi yang dimiliki oleh kambo ini.

Dalam perjalanan pulang menuju ujung poros kambo dilatuppa kami sempat singgah beristirahat disalah satu rumah yang lebih mirip pondok milik seorang warga. Bapak tersebut menceritakan kepada kami tentang salah satu jenis usaha yang digelutinya yaitu usaha madu lebah. Dan ternyata sudah banyak warga kambo yang menggeluti usaha menghasilkan madu tersebut.

Akhirnya kami menyudahi perjalanan kami di kambo di salah satu ujungnya di kilometer 6 latuppa.

Perjalanan yang sebenarnya singkat tapi cukup memberikan pengetahuan baru dan lumayan sejenak melupakan kepenatan aktivitas sehari-hari.

Kami mereferensikan buat anda pembaca tulisan ini, kambo sebagai salah tempat untuk menikmati hari libur dan tempat untuk berwisata alam

~ oleh odhy pada Januari 11, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: