duiker jadi dekker

Sebelumnya saya ucap terima kasih kepada teman-teman dekker palopo yang sudah bergabung di komunitas blogger dekker palopo dan juga terima kasih karena telah menyumbang tulisannya, dan yang belum menyumbangkan tulisannya saya mewakili rekan-rekan yang lain dari pendiri dekker palopo masih menunggu tulisan-tulisan dari rekan-rekan sekalian.

Dari judul tulisan saya diatas maka pada kesempatan ini saya akan sedikit berbagi cerita tentang asal mula kata dekker. Mungkin sebagian rekan-rekan sudah mengetahui dan sudah tahu betul asal mula dari istilah dekker so tulisan ini saya dedikasikan buat rekan-rekan yang mungkin belum tahu dan mungkin penasaran arti sesungguhnya dari dekker ini.

Dekker sendiri oleh beberapa generasi muda dan remaja palopo diartikan sebagai tempat berkumpul (ma`dekker), karena dekker memang lebih banyak berfungsi menjadi tempat berkumpul atau tempat nongkrong bagi kalangan muda di era 90 an kebawah Lalu dari mana asal mula istilah dekker? dekker berasal dari kata duiker (bahasa belanda ; pembatas) yang merupakan istilah dalam sebuah proyek pengerjaan jembatan kecil atau tidak terlalu besar. Duiker atau plat duiker adalah pembatas jembatan dengar pinggir got, sungai atau dengan irigasi. Dekker berbentuk persegi panjang dan memanjang dari ujung ke ujung lain jembatan dan agak sedikit lebih tinggi dari permukaan jalan atau jembatan makanya bisa juga dijadikan tempat duduk. Dekker biasanya ditemukan dijembatan-jembatan yang ukurannya tidak terlalu besar yang melintang diatas sungai-sungai kecil, got atau saluran-saluran irigasi

Di era 90 an kebawah dekker atau duiker tidak hanya berfungsi sebagai pembatas jembatan tapi juga menjadi tempat berkumpul atau tempat nongkrong oleh berbagai golongan masyarakat dari yang tua sampai yang muda, namun dalam perkembangannya para remaja dan anak muda lah yang lebih sering nongkrong di dekker-dekker.

Akibat kebiasaan masyarakat palopo (LUWU) yang suka memplintir istilah asing kata duiker pun berubah menjadi dekker. Mungkin anda ingat swim bath (kolam renang latuppa) berubah menjadi sembat atau stomach (bahasa ingris dari perut) akibat lidah orang palopo berubah menjadi tambuk (dasar orang palopo…hheheheh)

Dalam perkembangan selanjutnya bukan hanya duiker saja yang diplesetkan menjadi dekker tapi hampir semua tempat nongkrong yang berada di pinggir jalan dan sering menjadi tempat anak muda nongkrong pun berubah menjadi dekker. Ini juga salah satu kebiasaan buruk orang palopo yang suka menyama-nyamakan sesuatu.

Beberapa dekker jembatan atau dekker dipinggir jalan yang berada dikota palopo menjadi saksi perkembangan kota ini . Beberapa perubahan besar kota palopo berawal dari dekker, dari gaya hidup sampai pembangunan fasilitas – fasilitas publik yang sedikit demi sedikit menyingkirkan dekker bahkan Dekker juga pernah menjadi saksi perilaku warga palopo, dari perkelahian antar kelompok pemuda sampai tempat berpolitik dalam mendapatkan dukungan pada saat pemilihan umum. Dekker sendiri pernah di identikkan dengan hal-hal yang negatif, itu akibat kebiasaan remaja/anak muda jaman dulu yang suka berkumpul dan membuat keributan di dekker sehingga mengganggu warga,apalagi yang sering nongkrong sampai tengah malam di dekker biasanya mereka bernyanyi-nyanyi dengan menggunakan gitar sampai mengganggu tidur warga di sekitar dekker dan yang lebih parah adalah kebiasaan minum-minuman beralkohol di dekker.

Akibat jaman yang semakin maju dan semakin banyaknya tempat hiburan sedikit demi sedikit para generasi muda mulai meninggalkan kebiasaan nongkrong di dekker. Para generasi muda Palopo jaman sekarang lebih suka nongkrong ditempat-tempat yang banyak hiburannya dan banyak dikunjungi oleh masyarakat (pengen exist katanya). Dari tempat bilyar, mini market sampai cafe-cafe yang ada di Pelabuhan, di Pasar Niaga palopo (lagota) dan di jalan lingkar kini menjadi tempat primadona generasi muda palopo berkumpul (nongkrong) Di saat-saat sekarang, jujur aja…..sudah sangat jarang saya mendengarkan kawula muda palopo menggunakan istilah Ma`dekker mungkin karena pengaruh gaya bahasa anak gaul dari jakarta sehingga mereka lebih suka memakai kata “nongkrong gitu……” . Atau mungkin Dekker sudah ketinggalan jaman dan mungkin sudah saatnya dilupakan. Namun apapun yang terjadi pada dekker , Dekker hanyalah tempat berkumpul yang hanya akan menjadi saksi bisu dari segala peristiwa-peristiwa yang terjadi di disekitarnya.

nb : penulis adalah mantan pa dekker yang sebagian masa remajanya di habiskan untuk duduk di dekker bersama teman-teman remajannya

dekker tandipau

~ oleh odhy pada Februari 17, 2010.

2 Tanggapan to “duiker jadi dekker”

  1. oh begitu toh..,

    ternyata dekker itu dari bahasa Belanda..,

    mantap nih postingannya jadi tahu sejarahnya dekker..,

  2. thkz juga untuk komentnya n salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: